Memulai Bisnis Video Shooting

Memulai Bisnis Video Shooting:
Bingung memilih bisnis yang prospektif? Memilih dan memulai bisnis memang bukanlah suatu pekerjaan mudah. Banyak yang harus diipertimbangkan dan dipersiapkan, mulai dari modal hingga teknik pemasarannya. Modal merupakan komponen utama yang menjadi pilar dari suatu bisnis. Tanpa modal, bisnis akan sulit untuk dijalankan apalagi dikembangkan. Namun sebelum mempersiapkan modal, pastikan Anda sudah menentukan dan memiliki gambaran mengenai bisnis yang akan ditekuni.
Saat ini banyak orang yang ingin mengabadikan momen-momen penting dalam setiap lini kehidupannya. Sebut saja pesta ulang tahun, wisuda, pertunangan, pernikahan, sunatan, dan acara-acara lain yang membahagiakan dalam lingkup keluarga. Selain itu keinginan untuk mengabadikan momen penting juga datang dari institusi baik swasta maupun pemerintah, misalnya acara seminar, pelatihan, workshop, rapat kerja, kongres, pentas seni, pengajian akbar, dan lain sebagainya. Bahkan, acara yang diselimuti dengan suasana duka juga termasuk dalam momen penting yang ingin diabadaikan, seperti prosesi pemakaman jenazah. Dari banyaknya peluang ini, mengapa Anda tidak mencoba untuk memanfaatkannya? Anda bisa mengambil peluang-peluang tersebut dengan berbisnis video shooting.
Bisnis video shooting pada prinsipnya menyediakan layanan pengambilan atau perekaman video lengkap dengan proses editing video hingga menghasilkan suatu rekaman sempurna yang dituangkan dalam kepingan VCD atau DVD. Bisnis ini memang bukan merupakan bisnis baru, bahkan sudah cukup banyak orang yang menggelutinya. Meskipun demikian, bisnis ini memiliki perluang yang bagus ke depannya. Selalu ada momen indah dan berharga yang ingin diabadikan baik oleh pribadi, keluarga, maupun institusi.
Selain memiliki peluang yang berkesinambungan, bisnis video shooting juga didukung oleh hardware dan software yang memadai dan mudah ‘diadopsi’. Hardware yang dimaksudkan adalah komponen dan peralatan seperti kamera perekam (camera recorder = camcorder), tripod, lampu sorot halogen, dan tentunya seperangkat komputer dengan spesifikasi untuk multimedia. Sementara software yang dimaksudkan mencakup aplikasi atau program-program pengolah video seperti Adobe Premiere, Adobe After Effects, Ulead Video, Nero, Pinacle, Windows Movie Maker, dan lain sebagainya. Beragam hardware dan software tersebut banyak tersedia di pasaran sehingga mudah dibeli dengan pilihan harga yang bervariasi. Untuk hardware lebih aman dan nyamannya memang harus disediakan sendiri alias dibeli, meskipun bisa disewa. Namun untuk software, Anda tidak harus membelinya karena Anda bisa mengunduhnya dari internet atau menyewa dari tempat penyewaan software yang biasanya berupa kepingan CD dan memindahkan master software ke dalam komputer lalu menginstalnya. Pengadaan atau penyediaan software dengan cara ini tentunya bisa menghemat alokasi modal.
Peralatan yang Dibutuhkan
Untuk menjalankan bisnis video shooting setidaknya dibutuhkan 4 (empat) peralatan inti yakni camcorder, tripod, lampu halogen, dan perangkat komputer. Setiap peralatan tersebut memiliki peran dan fungsi berbeda tetapi saling terkait satu sama lain. Apa saja fungsinya? Berikut bahasan singkatnya.
1. Camcorder
Camcorder menjadi peralatan inti dari bisnis ini. Alat tersebut digunakan untuk mengambil atau merekam video. Ada dua jenis camcorder yang beredar di pasaran, yakni analog dan digital. Apa yang membedakan kedua jenis camcorder tersebut? Perbedaan kedua jenis camcorder tersebut terletak pada teknologi media penyimpanannya. Untuk jenis analog, perekaman video menggunakan pita magnetik yang berbentuk kaset video. Sementara media penyimpanan pada jenis digital berupa memory card atau hard disk. Perbedaan teknologi media penyimpanan tersebut berpengaruh pada kapasitas rekaman video. Camcorder yang telah mengadopsi teknologi digital cenderung mampu menyimpan hasil rekaman dalam kapasitas yang lebih besar dibandingkan dengan analog. Dengan kata lain, camcorder digital mampu merekam video dengan durasi lebih lama dibandingkan dengan analog.
2. Tripod
Tripod merupakan tiang penyangga kamera dengan tiga kaki. Penggunaan camcorder dalam proses perekaman video dapat dilakukan dengan dua cara yakni dipanggul dan stand by dengan bantuan tripod. Teknik panggul umumnya digunakan untuk merekam video pada acara yang diselenggarakan di luar ruangan (outdoor). Sementara untuk acara yang diadakan di dalam ruangan (indoor) biasanya menggunakan teknik stand by dalam proses pengambilan gambar atau perekaman videonya. Pada teknik stand by inilah diperlukan peran dan fungsi dari tripod. Alat yang satu ini digunakan untuk menempatkan kamera sehingga perekaman video tetap dapat menyasar ke segala arah.
3. Lampu Sorot Halogen
Sesuai dengan namanya, lampu sorot halogen berfungsi sebagai penerangan. Artinya, lampu ini digunakan untuk menambah lighting effects sehingga hasil rekaman video tampak terang. Penggunaan lampu sorot halogen ini biasanya untuk pengambilan gambar atau perekaman video pada acara-acara yang diselenggarakan di dalam ruangan dan acara-acara yang diselenggarakan pada waktu malam hari. Untuk acara-acara yang diadakan dengan konsep pesta kebun dan pada waktu siang hari, penggunaan alat yang satu ini umumnya diminimalkan, karena efek pencahayaan dari sinar matahari dirasa sudah cukup.
4. Perangkat Komputer
Apa yang dilakukan setelah perekaman video selesai dilakukan? Tentunya hasil rekaman tersebut harus melalui proses editing sehingga nantinya dapat diperoleh hasil akhir (output) yang memuaskan. Untuk melakukan proses editing ini diperlukan peran dan fungsi dari perangkat komputer. Agar hasilnya maksimal, sebaiknya perangkat komputer yang digunakan memiliki spesifikasi untuk pekerjaan multimedia. Adapun standar spesifikasi untuk komputer multimedia adalah:

  • Processor Intel Core 2 Duo dengan kecepatan 2.93 GHz.
  • Sistem operasi Microsoft Windows XP Home Service Pack 2 atau Windows 7 Ultimate.
  • RAM sebesar 512 MB atau lebih direkomendasikan sebesar 1 GB.
  • Kapasitas hard disk minimal 250 GB.
  • Dilengkapi optical drive CD atau DVD writer.
  • Memiliki port USB flash disk.
  • Video card beresolusi 1.024 x 768 atau lebih direkomendasikan 1.280 x 800 dengan ukuran 16-bit.
  • Ukuran monitor 15 inch.
  • Dilengkapi sound card.

Selain untuk proses editing, komputer juga digunakan untuk mentransfer hasil rekaman video yang telah diedit ke dalam kepingan VCD atau DVD.
Keahlian yang Dibutuhkan
Sebagai bisnis yang bukan tergolong baru, tentunya sudah banyak ‘pemain’ dalam bisnis video shooting. Meskipun banyak pesaing, namun Anda tidak perlu khawatir karena kualitas hasil akhir yang ditransfer ke format VCD atau DVD akan sangat tergantung pada kompetensi dan kreativitas masing-masing. Hal ini berkaitan dengan keahlian yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis multimedia tersebut. Agar hasil pengeditan video memiliki kualitas yang baik dari segi gambar dan suara, maka Anda harus memiliki keterampilan dan keahlian di bidang multimedia, di antaranya:

  • Membuat animasi antar-frame
  • Memotong setiap adegan yang terekam dalam video
  • Menambah background music
  • Mengisi suara atau narasi
  • Membuat text preview dan menambah teks berjalan (running text)
  • Memberi efek-efek tertentu pada video seperti inverse, nuansa tempo dulu, pengaturan tingkat pencahayaan dan kontras, exposure, dan lain sebagainya
  • Mampu mengoperasikan program-program pengolah dan editing video

Jika Anda memiliki keterampilan dan keahlian tersebut, maka kreativitas bisa terus dikembangkan sehingga orisinalitas video hasil karya Anda senantiasa terjaga. Kekayaan intelektual yang tercetus melalui ide-ide dalam membuat animasi dan pemberian efek visual maupun audio pada video menjadi faktor penting yang harus selalu ditingkatkan. Hal ini dimaksudkan agar video yang dihasilkan tidak monoton tetapi lebih variatif untuk klien yang satu ke klien yang lainnya. Jadi, berapapun banyaknya pesaing yang saling berebut pasar, Anda akan tetap bisa mengatasinya dengan kreativitas dan teknik pemasaran serta kualitas layanan yang baik.
Potensi Penghasilan Tambahan
Penghasilan utama dari bisnis video shooting tentu saja hasil akhir video yang ditransfer dalam format VCD atau DVD. Selain memiliki peluang yang berkesinambungan, bisnis yang satu ini juga bisa memberikan penghasilan tambahan bagi Anda. Bagaimana caranya? Anda bisa menyediakan layanan editing dan transfer video.
Saat ini banyak orang yang memiliki peralatan perekam video sendiri seperti handycam. Dengan alat tersebut mereka mengabadikan sendiri momen-momen indah saat bersama keluarga dan teman. Penggunaan peralatan tersebut tentunya hanya untuk kepentingan pribadi saja, bukan untuk dikomersialkan. Hal tersebut bisa saja terjadi karena mereka kurang memahami cara mentransfer hasil rekaman dari handycam ke dalam format VCD atau DVD. Untuk itu, Anda bisa menyediakan layanan yang memberikan kemudahan bagi mereka untuk memperoleh hasil rekaman video yang mereka abadikan sendiri ke dalam format VCD atau DVD.
Selain itu, Anda juga bisa memperoleh penghasilan tambahan dari bisnis ini dengan menyediakan layanan duplikasi atau penggandaan CD dan DVD. Perlu dicatat bahwa penggandaan yang dimaksudkan di sini tidaklah berkonotasi negatif seperti pembajakan.
Layanan penggandaan mengarah pada duplikasi CD atau DVD milik pribadi yang digandakan untuk beragam kepentingan, misalnya untuk dibagikan kepada saudara, promosi produk, dan lain sebagainya. Adapun jenis VCD atau DVD yang bisa digandakan sebut saja video pernikahan, ulang tahun, workshop, pentas seni, profil perusahaan, dan lainnya. Jadi perlu diingat bahwa penggandaan CD dan DVD yang dimaksud bukan yang bersifat ilegal dan melanggar hukum.
Potensi Pasar
Pasar yang berpotensi untuk dibidik oleh bisnis video shooting di antaranya adalah:
1. Masyarakat umum yang memiliki ‘hajatan’.
Hajatan yang dimaksud mencakup pernikahan, sunatan, ulang tahun, pengajian walimatus safar haji, dan lainnya. Beragam acara tersebut umumnya ingin diabadikan sebagai kenang-kenangan dan bisa ditunjukkan kepada anak cucu di kemudian hari. Meskipun tidak diselenggarakan setiap hari, namun acara hajatan tersebut berkesinambungan. Artinya, acara tersebut akan senantiasa berlangsung secara terus-menerus dari waktu ke waktu meskipun oleh orang yang berbeda.
2. Instansi dan institusi yang memiliki ‘hajatan’.
Hajatan ternyata tidak hanya didominasi oleh kepentingan pribadi, tetapi juga instansi dan institusi. Apa ragam hajatan dari instansi dan institusi? Banyak, sebut saja workshop, pelatihan kerja, rapat kerja, kongres, pentas seni, outbound, dan lainnya. Hajatan instansi dan institusi ini juga seringkali diabadikan sebagai dokumentasi.
3. Event Organizer (EO).
Pasar yang satu ini adalah penyelenggara acara pameran (expo), festival, bazar, dan juga pesta pernikahan. Untuk pesta pernikahan biasanya ditangani oleh penyelenggara khusus yang disebut dengan Wedding Organizer (WO). WO umumnya membutuhkan beberapa vendor termasuk salah satu di antaranya adalah video shooting. Untuk membidik pasar ini, Anda perlu menjalin koneksi dan menunjukkan hasil karya sehingga mereka tertarik untuk menggunakan jasa layanan Anda.
4. Penata Rias
Penata rias juga menjadi salah satu kelompok pasar yang berpotensi untuk dibidik. Penata rias tidak jarang juga bertindak sebagai wedding organizer meski masih bersifat amatir. Masyarakat umum yang memiliki hajatan biasanya memasrahkan segala sesuatunya kepada penata rias termasuk dalam penyewaan dekorasi, hiburan musik organ tunggal, dan juga video shooting.
Teknik Marketing dan Promosi
Keberhasilan suatu bisnis tidak lepas dari strategi marketing dan promosinya. Meski Anda memiliki keahlian di bidang multimedia, peralatan lengkap, hasil karya memuaskan, tetapi jika semua itu tidak disebarluaskan ke masyarakat, pasti bisnis Anda tidak akan berkembang apalagi meraih kesuksesan. Oleh sebab itu, Anda harus memasarkan dan mempromosikan bisnis yang ditekuni kepada masyarakat secara luas. Berikut beberapa teknik promosi yang bisa dilakukan:

  • Membuat brosur dengan desain yang menarik. Brosur tersebut haruslah berisi informasi mengenai layanan yang ditawarkan berkenaan dengan bisnis video shooting. Sebagai media promosi, konten brosur harus persuasif baik dari desain, gambar, dan juga pilihan kata sehingga mampu membujuk dan menarik calon klien untuk menggunakan jasa Anda. Brosur dapat didistribusikan melalui toko-toko produk multimedia atau tempat-tempat lain dengan catatan telah mendapat ijin dari pemiliknya.
  • Membuat kartu nama dan memberikannya kepada keluarga, teman, dan koneksi seperti EO atau WO dan penata rias. Pastikan bahwa dalam kartu nama tersebut telah tercantum informasi mengenai layanan bisnis, alamat, dan nomor telepon Anda.
  • Mengiklankan bisnis video shooting di media massa yang ada di kota Anda.
  • Membuat akun di beberapa situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter sehingga Anda bisa mempromosikan bisnis video shooting yang ditekuni melalui update status.
  • Membuat blog gratisan untuk mempromosikan bisnis dengan menampilkan penggalan video hasil kreasi Anda dan tip-tip mengedit serta mentransfer video ke format VCD dan DVD.

Jika Anda memiliki modal dan keterampilan yang memadai di bidang multimedia, tidak ada salahnya mencoba bisnis yang prospektif ini. Selamat mencoba!

en.wikipedia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s